O-Shen

Review Kultur kali ini sebagai ‘travelling shoes’ yang membawa kalian untuk melihat ‘that side of the world.’ Ya satu lagi talenta irieginal dari Pasifik Selatan asal Papua Nugini (PNG). Ia adalah Jason Hershey atau yang lebih dikenal dengan moniker O-Shen.
Seperti layaknya homophone monikernya itu, O-shen memang laksana ‘Ocean.’ Ia adalah irama lautan teduh sekaligus adalah arus kencang Pasifik yang menderu hasil perpaduan yang hadir dalam dirinya. Lahir di Washington, dibesarkan di PNG, serta menetap di Hawaii membuat karyanya begitu unik. Setelah sekian lama hiatus menggarap album sejak 2013, Oshen kemudian hanya hadir dengan sejumlah singles. Dan seolah ingin menjelaskan alasan hiatusnya itu pada 10 Juni yang lalu ia hadir kembali dengan single hit terbarunya berjudul ‘Time Away.’ Kadang memang orang membutuhkan waktu untuk menyendiri dan rehat sejenak dan setelah itu ‘come back stronger’. ‘Time Away’ adalah vibrasi ‘come back stronger’nya O-Shen yang menghentak dengan toasting ala Pasifika. “Time away you know you need it…Time away you know you deserve it.”

Hanya berselang dua minggu setelah itu O-Shen kembali merilis satu lagi karyanya ‘Precipitation.’ Seperti judulnya “Precipitation’ adalah kumulasi ‘hujan’ yang jatuh membasahi dan membasuh kerontangnya penantian yang sekian lama dari para fansnya. Sebuah dedikasi dari O-Shen, “Every drop is love.”

Kedua rekomendasi singles ini ditulis oleh O-Shen bersama De’Andre Bradshaw dan diproduseri oleh Tripp Wilson & Robert Tsuhako yang dirilis di O-Shen official youtube channel serta di platform musik indie: Ingrooves dan Universal Music Group.

(Yedi)

  • Show Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

You May Also Like

Dommy Abresso “Mama Papua”

Kumandang hormat besar dari Dommy Abresso

De Strangers “Fire Alarm”

Track bertenaga dari unit musik asal Italia