Pace Black

Kegemaran akan musik reggae di kawasan Papua, memang sudah tertanam sejak beberapa dekade silam. Hal ini menjadi berkah positif dengan lahirnya nama-nama mumpuni dari sana. Salah satunya adalah Kurniant Degei, atau yang lebih dikenal dengan Pace Black. Pria asal kabupaten Dogiyai – Papua yang kini menetap di Nabire.

Nama panggung “Pace Black” sendiri, ia ambil dengan mengkombinasikan kata Papua dan Inggris. “Pace” yang merupakan istilah Papua dari laki-laki, dan “Black” yang berartikan hitam, lelaki hitam.

Beberapa single telah dihasilkan, salah satu yang mencuri perhatian adalah hit rancak “Music Reggae”. Pace Black sendiri mengisahkan tentang nomer yang dirilis lewat visual ini, “Saya terinspirasi dari teman-teman senior di Jayapura, seperti Dave Solution dan Billy Tropico ( Tropico Rasta ). Dulu kami bersama ketika saya di Jayapura. Tema liriknya, menceritakan bahwa lagu reggae adalah teman yang setia. Dan saya bawakan dengan langgam gaya raggamuffin.” 

Selain merilis karyanya sendiri, Pace Black ikut serta dalam kolaborasi bersama kolektif lokal seperti di lagu “Denda Adat” dan “Mege Mumai” yang dirilis pada tahun 2021. 

Ikuti perjalanan karir yang sedang dijalani oleh Pace Black lewat media sosialnya.

Instagram || Facebook

 

  • Show Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

You May Also Like

Skastra

8 "Persona" Dengan Bumbu "MInor 7" Yang Penuh Pesona

Bosphoroots

Magnificient 7 reggae outfit dari Turki telah siap mengendari debut album mereka.

Rub Of Rub

Semangat Lentur Bertenaga Dari Kota Bandung