Djenks merayakan 13 tahun album debut “S/T.” Unit musik dari Ibukota dengan gaya “Dirty Reggae” ini bekerja sama dengan Undead Zone Records dan Soundclash Rekords merilis vinyl 12″ dengan edisi terbatas. Hanya 13 keping, sebuah pernyataan ala kumpulan musisi ‘reggae reseh.’
Djenks juga menyertakan video klip “Hidup Ini Milik Kalian”, track dari album kedua mereka “Blaze Of Fire”, yang diproduksi oleh Sinema Pinggiran dan memiliki makna khusus. Karya ini dipersembahkan untuk memperingati satu tahun tragedi Affan Kurniawan, salah satu korban represi aparat dalam respons unjuk rasa yang wafat akibat digilas kendaraan taktis lapis baja.
Lagu dengan pesan tentang tubuh yang terbelenggu, suara yang dibungkam, dan batin yang menolak tunduk ini berbunyi:
“Mulutku terbungkam, Batinku menolak patuh, Sukmaku merdeka dari represi penguasa.”
Mr. Rumput, sang frontman karismatik, berbicara soal ini dengan jelas:
“Mengenang bukan berarti berhenti pada masa lalu, melainkan menjaga agar sebuah peristiwa tidak hilang begitu saja dan semangat perlawanan tetap memiliki tempat untuk hidup.”

Dan lagu ditutup dengan satu kalimat yang tidak butuh penjelasan tambahan: kebenaran tak teredam, panjang umur perlawanan.
Bagi Djenks, yang terbentuk di pinggir selatan Jakarta pada 2003, perayaan ini adalah pernyataan dari band yang memadukan reggae dengan attitude punk rock. Bunyinya kira-kira: A luta Continua!
(Sam)



Show Comments