Enam Karya Mento dari Awal Sejarah Musik Jamaika

Sebelum ska lahir di Kingston pada akhir 1950-an, Mento adalah suara yang tumbuh dari desa, pasar tradisional, perkebunan, dan pesta rakyat sejak akhir abad ke-19 di Jamaika. Perpaduan tradisi Afrika dan musik rakyat Inggris menghasilkan genre yang kemudian menjadi salah satu fondasi ska, rocksteady, reggae, dan dancehall, bersama pengaruh jazz dan rhythm and blues Amerika.

Banjo, gitar akustik, hand drum, marakas, dan rhumba box adalah ciri utama dari Mento. Industri internasional melakukan simplifikasi: Mento dianggap sama dengan calypso Trinidad. Bahkan salah satu legendanya, Harry Belafonte, memasarkan lagu-lagu Mento ke pasar Amerika di bawah label “calypso.”

Identitas Mento di Jamaika memiliki sumbangsih besar terhadap musik modern Jamaika yang kita dengar hari ini. Warisan dari Mento bisa kita temukan lewat sinkopasi ritmis, call and response, humor tajam, kritik sosial dalam lirik sehari-hari, dan pola bass sebagai denyut paling solid.

Lord Flea, Count Lasher, Lord Fly, Harold Richardson, Lord Composer adalah nama-nama yang membangun karakter awal musik populer Jamaika sebelum studio rekaman di Jamaika melahirkan keajaiban dari musik-musik yang kita nikmati sekarang.

Kulturdotmedia merekomendasikan enam lagu sebagai titik masuk untuk mendengar seperti apa suara Jamaika sebelum ska:

1
Lord Fly, "Medley of Jamaican Mento/Calypso" (1952)

Direkam bersama Dan Williams Orchestra, ini adalah salah satu dokumentasi komersial Mento paling awal yang ada. Akustik, penuh tenaga, dan mendokumentasikan titik awal perjalanan musik populer Jamaika.

2
Harold Richardson & The Ticklers, "Healing in the Balm Yard" (1953)

Harold Richardson adalah salah satu penyanyi paling berpengaruh dalam sejarah rekaman Mento. Lagu ini datang dengan kekuatan vokal, harmoni, dan gaya bercerita khas Jamaika yang kemudian banyak kita dengar dalam repertoar reggae.

3
Count Lasher, "Samfi Man" (1954)

Terence Parkins, atau Count Lasher, adalah figur paling berpengaruh di era emas Mento. Humor, kritik sosial, dan ritme yang adiktif dalam satu lagu. Lasher tetap aktif hingga awal era ska dan menjadi jembatan penting antara dua periode.

4
Lord Composer, "Hill and Gully Ride" (1954)

Adaptasi lagu rakyat Jamaika yang sudah dikenal lintas generasi. Versi Lord Composer menjadi interpretasi seminal yang kemudian direkam ulang banyak musisi ska dan reggae. Karakter solid yang datang dari kesederhanaan melodi.

5
Lord Flea, "Naughty Little Flea" (1957)

Lord Flea adalah salah satu musisi Mento pertama yang membawa musik Jamaika ke publik Amerika lewat tur, penampilan televisi, dan rekaman komersial. Lagu ini memperlihatkan gaya vokal yang ringan dan ritme Mento yang kuat.

6
Count Lasher, "Mango Time" (1955)

Penutup dari Kulturdotmedia: ritme santai, rhumba box, lirik jenaka. Semua elemen Mento klasik hadir dalam satu lagu. Track ini adalah Mento dalam bentuknya yang paling gamblang.

  • Show Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *