OSGD menandai babak terbarunya lewat single “Bohong Bohong”, rilisan yang datang dari hasil kolaborasi dentuman Drum & Bass dan infusi nafas tradisi Minangkabau. Pada proyek ini, DESH maju ke depan lewat peran sebagai penulis lirik sekaligus vokalis, sementara Aldo Ahmad memperkuat identitas track ini lexicon musikal khas Sumatera Barat. Pertemuan keduanya melahirkan atmosfer modern yang lekat dengan akar budaya lokal.

Saluang tidak seharusnya bisa duduk satu ruang dengan high pace BPM, Tapi tiga protagonist ini, OSGD,DESH dan Aldo Ahmad melakukannya. Dan, terdengar seperti pertemuan yang sudah lama terjadi. Mereka dengan cekatan merawat semua elemen musikal dalam single ini. Ledakan elektronik berkecepatan tinggi tidak menindih bunyi etnik itu; keduanya saling menghuni ruang yang sama, membangun kontras yang terasa organik, yang tidak memaksa menjadi “Nusantara.”
Secara tematik, “Bohong Bohong” berbicara tentang hubungan yang perlahan hancur akibat dusta berulang. DESH menerjemahkan rasa kecewa, curiga, hingga kemarahan lewat lirik yang intim dan mewakili keresahan banyak orang. Mood-setting gelap di awal lagu perlahan semakin intens dan penuh dentuman. Singkatnya, track ini adalah melankolia dengan kecepatan tinggi yang eksplosif.
Melalui karya ini, OSGD dan DESH membuktikan bahwa tradisi bisa bergerak tanpa harus jadi museum, dan eksplorasi modern tidak harus membuang akarnya untuk terdengar relevan. “Bohong Bohong” adalah argumen sonik yang mereka sampaikan.
Lagu dengan durasi 3 menit 28 detik ini dirilis oleh imprint musik sekaligus trailblazer pergerakan drum n bass di Indonesia, Javabass Recordings. Dan seperti signature dari roster lainnya, lagu ini akan memaksa pendengar mengulangi perjalan 3 menit 28 detik ini.
(Teks: Keyko, Editor: Sam)



Show Comments