Es Coret – “Berdansa Di Keramaian Kota”

Unit ska pionir dari Ibu Kota, ES CORET, kembali muncul ke permukaan dengan “Berdansa di Keramaian Kota,” sebuah rilis yang menandai 27 tahun mereka mengolah Jamaican sound di Indonesia. Bukan hanya nostalgia kosong, album ini merangkum fragmen kehidupan urban dari hiruk-pikuk jalanan yang mereka saksikan sendiri sekaligus selebrasi “27th Struggle and Survive” yang jadi mantra perjalanan mereka.

ES CORET masih dengan lineup solid yang sama. Chemistry lama mereka tetap jadi fondasi: Tembonk, Ganang, Tony, Raditya, Pieter, dan Febby mengutak-atik kembali repertoire lama dengan nafas baru—lebih matang, tapi tetap memancarkan identitas outfit ini.

“Nostalgia” dalam album ini tidak berhenti pada kenangan. “Berdansa di Keramaian Kota” mengantar pesan bahwa ketahanan bukan semata bertahan hidup, melainkan menemukan ritme baru, kebahagiaan kecil, dan ruang untuk berdansa di tengah kekacauan kota.

Proses rekaman “Berdansa di Keramaian Kota” dikerjakan di Studio Starlight dan Studio P35, rumah kerja yang selama ini jadi markas OffTheRecord/Bravo Musik Entertaiment. Untuk urusan visual, ES CORET menyerahkan kanvasnya pada Denis Slepo, yang meminjamkan sentuhan lugas pada departemen artwork. “Berdansa di Keramaian Kota” kini sudah tersedia di seluruh platform digital, siap menarik pendengar kembali ke ritme dasar: bertahan, bergerak, dan, ketika perlu, merayakan hidup sekeras yang mereka mau!
(Sam)

Tags:

  • Show Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *