Founding Fathers (Jamaican Sound System Culture) Pt. 2

Sebuah Sorotan (Bagian 2)

… bagian ke dua. Melanjutkan highlight dari artikel bagian pertama, kami menambahkan beberapa nama yang berjasa besar bagi budaya sound system asal Jamaika yang kini sudah menjadi milik dunia. Berikut rangkuman singkat dari kultur, sebagai bagian dari edisi spesial akhir tahun. Selamat membaca.

Seperti tercatat secara singkat pada bagian pertama, mulai dari pelopor operator sound system, aktivis, selector, MC/Deejay/Toaster dan juga soundman, budaya sound system di Jamaika masih memiliki ratusan nama penting yang turut membentuk budaya ini hingga menjadi sebuah keindahan bagi dunia lewat musik. Nama nama tersebut memiliki peninggalan penting sebagai warisan mereka untuk musik. Mulai dari King Tubby, seseorang yang menjadi sebab besar atas lahir nya musik dub lewat kejeniusan yang melekat dalam setiap hasil kerja nya. Sebuah pengaruh agung bagi banyak pemusik dunia hingga saat ini. Lalu sang Penerus, Scientist, yang memberikan infusi besar bagi musik dub era 1980 an. King Jammy, sosok yang memproduksi sebuah pakem krusial dalam perkembangan reggae bagi dunia. Juga ikon ikon dengan karya adiluhung seperti Rudolph ‘Ruddy’ Redwood, Byron Smith, Lester Stirling, U-Brown, Keith Hudson, Yabby You dan masih banyak lagi.

Berikut ini, beberapa nama yang kami catat dalam artikel bagian terakhir.

Arthur ‘Duke’ Reid

Seorang penikmat sekaligus pecinta Jazz dan Blues ini adalah salah satu nama penting dalam khasanah musik asal Jamaika. Ia tidak hanya menjadi seorang pioneer. Dia adalah sebuah sebab bagi perkembangan musik asal Jamaika yang kita nikmati hingga hari ini. Duke Reid juga seorang pengusaha ulung dengan ketajaman intuisi bisnis serta cita rasa musik yang mumpuni. Lewat sebuah mobil penuh speaker dengan tulisan "Duke Reid - The Trojan King of Sounds", mantan polisi ini memulai sebuah sejarah. Hingga pemerintah Jamaika menyematkan gelar “Commanders of the Order of Distinction” untuknya.
Namun, untuk tumbuh kembang budaya sound system, dunia berhutang besar pada Arthur ‘Duke’ Reid!

Clement ‘Coxsone’ Dodd

Lewat imprint musik “Studio One” ia dikenal sebagai tokoh prominen bagi ska dan reggae. Sentuhan nya sebagai produser melahirkan banyak legenda dunia, The Skatalites, The Abyssinians, The Ethiopians, John Holt, Bob Marley & The Wailers dan Lee “Scratch” Perry yang disebut sebagai tangan kanan sang produser. Ia adalah perintis yang membidani lahirnya karya karya penting dalam khasanah musik Jamaika. Sebelum ini semua, Clement ‘Coxsone’ Dodd adalah seorang penggerak budaya sound system di Jamaika. Fakta inilah yang kemudian menuntunnya membeli sebuah properti di Brentford road dan mendirikan studio musik untuk mencetak musik original dari Jamaika. Bersama Arthur ‘Duke’ Reid, Dodd adalah “Kepala Sekolah” bagi budaya yang kita nikmati hingga hari ini!

Count Matchuki

Ia diakui sebagai toaster/deejay utama dalam sejarah kultur sound system di Jamaika. Ia juga guru bagi banyak toaster/deejay legendaris, di antaranya adalah Sir Lord Comic. Musikalitas Matchuki terpengaruh oleh swing, jazz, bebop, and R&B yang ia dengarkan melalui siaran radio dari Amerika. Ia pernah mendukung Tom “The Great Sebastian” Wong juga Clement ‘Coxsone’ Dodd. Salah satu legacy yang ia berikan bagi perkembangan kultur sound system adalah “chick-a-took, chick-a-took, chick-a-took” sebuah infusi perkusif dalam pertunjukan musik yang disajikan lewat kedigdayaan nya melakukan toasting. Selain kemampuan rima yang cepat miliknya, ia dikenal sebagai sosok yang mempelopori bagaimana membuat sebuah pertunjukan sound system lebih hidup dan bertenaga. Dikutip dari journal “Spinning Wheels: The Circular Evolution of Jive, Toasting, and Rap” karya Heather Augustyn, salah satu legenda kultur sound system, Prince Buster mengatakan: “Matchuki adalah pelopor dari semua geliat deejaying dari Jamaika, Apa yang terjadi hingga hari ini, semua bermula dari nya. Dia begitu tekun, dan selalu melakukan yang terbaik”

King Stitt

Salah satu esensi besar dalam khasanah sound system, juga datang dari seorang pria yang dikenal dengan moniker King Stitt. Julukan ini dia dapatkan karena kemampuan berbicaranya yang terbatas saat kecil. Ia memulai perjalanan musikal nya yang legendaris sebagai seorang penari pada gigs sound system. Ia juga sempat belajar kepada Matchuki, yang kemudian mengantarkan nya sebagai toaster penting untuk unit sound system milik Coxsone Dodd pada akhir 1950 an. Salah satu trademark miliknya adalah melakukan toasting pada bagian solo sebuah lagu untuk memperkenalkan sebuah rekaman kepada audiens. Namun kemampuan nya ini sekaligus menjadi elemen yang membuat lantai dansa makin panas dan penuh gembira. Sesuatu yang dipelajari banyak toaster dan deejay setelahnya. Pria yang dilahirkan dengan nama Winston Park pada tahun 1939 ini, memang salah satu pelopor penting dalam sejarah sound system.

Lloyd Daley

Sebagai sosok produser bertangan dingin di balik Matador records, pria yang bernama Lloyd Daley memulai perjalanan nya sebagai salah satu pelaku sejarah sound system di Jamaika bersama Matador Sound System. Kecintaan nya terhadap elektronik membuat dirinya dikenal sebagai “Penyihir perangkat elektronik”. Tumpukan set pengeras suara yang ia buat sendiri, seperti diciptakan dengan resep resep mujarab hasil eksplorasinya. Penggunaan tabung dalam set pengeras suara untuk kultur sound system di Jamaika adalah sesuatu yang ia pelopori. Dalam buku “The Matador - Lloyd Daley - Sonic Pioneer Of Jamaican Music” karya Rich Opre Lowe, terungkap bahwa salah satu instalasi pengeras suara karya Lloyd Daley, bisa terdengar dengan baik hingga jarak 300 Mil! Sejak saat itu hingga kini, Lloyd Daley bersama warisan nya adalah landasan penting yang mempelopori budaya sound system.   

U-Roy

Makin berkembangnya kultur sound system di Jamaika, diiringi banyak langkah langkah maju di banyak lini. Mulai dari susunan speaker raksasa hasil inovasi teknologi domestik, musik dalam negeri yang makin penuh warna dan juga ragam gaya para toaster/deejay di dalamnya. Salah satu pelopor penting dari lini terakhir adalah U-Roy. Moniker dari pria bernama lengkap Ewart Beckford yang kemudian mendapat gelar “Order Of Distinction” dari pemerintahan Jamaika. Ia dikenal sebagai salah satu toaster/deejay residen King Tubby's HomeTown Hi-Fi milik sang ikon dunia, King Tubby. U-Roy berperan besar dalam transformasi MC dan toaster/deejay di Jamaika sejak 1960 an. Kemampuan nya yang distingtif menjadi peninggalan nya dalam term yang kemudian dikenal dengan nama Singjay. Dialah yang menyuntikkan gumaman bermelodi yang akurat dalam sebuah pertunjukan sound system. U-Roy adalah legenda yang cekatan mengendarai ritme di lantai dansa!

Errol Thompson

Sejak belia, pria kelahiran 1948 ini telah akrab dengan kelistrikan. Bakatnya ini mendorong ia menjadi seorang sound engineer, karena ia beranggapan bahwa industri rekaman begitu erat dengan kelistrikan. Dengan bekal bakat miliknya, ia kemudian menjadi salah satu pelopor dalam khasanah sound system asal Jamaika. Errol Thompson sempat bekerja pada studio “Channel One”, “Randy’s” hingga “Black Ark”. Dialah sosok yang menginstalasi studio bersejarah (Black ark) milik Legenda Lee ‘Scratch’ Perry yang meletakan pondasi musik dub di kemudian hari. Karya nya sebagai sound engineer tercatat dalam banyak lagu-lagu abadi. Sebagian besar lagu Bob Marley adalah hasil sentuhan nya. Begitu juga dengan lagu iconic “Uptown Top Ranking” yang mengantarkan dub berinvasi ke dataran Inggris. Errol juga menjadi salah satu alasan begitu produktifnya Studio milik King Tubby sang pioneer. Di studio ini ia terlibat dalam menciptakan sejarah. Salah satu album dub pertama yang pernah beredar “Java Java Java Java” juga lahir lewat sentuhan nya. Dan lagu sepanjang masa milik sang maestro Augustus Pablo, “Java” adalah salah satu warisan nya sebagai pelopor dari kultur sound system yang kemudian mendorong lahirnya dub!

Lee ‘Scratch’ Perry

Legenda dengan karisma yang begitu banter sekaligus enigmatis ini terlahir dengan nama Rainford Hugh Perry, Ia wafat saat berusia 85 tahun. Sepanjang hidupnya, dia selalu melahirkan karya karya fenomenal yang di kemudian hari menjadi bentuk baru dalam musik lewat banyak musisi yang terpengaruh oleh nya. Lewat tangan dingin nya, The Wailers bertransformasi menjadi dewa bagi banyak penikmat musik. Eksperimen musik nya hingga hari ini bisa kita telusuri hadir dalam genre yang tidak hanya dub atau Jamaican sound lain nya. Mulai dari Beastie Boys hingga Adrian Sherwood, Jungle music dan banyak lagi. Lee tidak hanya menjadi pelopor, dia akan abadi untuk diingat sebagai salah satu pahlawan besar dalam kultur sound system asal Jamaika ini.
(sam)

  • Show Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

You May Also Like

Nota Singkat Musik Jamaika di Indonesia

Musik asal Jamaika selalu berkembang mengikuti zaman, bahkan beriringan dengan kemajuan teknologi.

Javabass Soundsystem

Indonesian Drum n Bass Heroes, Javabass Soundsystem