Selama dua setengah dekade, Javabass Soundsystem hadir tidak hanya sebagai kolektif musik—mereka adalah kardiolog bagi kultur Drum N Bass di Indonesia. Dalam merayakan jejak 25 tahun yang liar dan penuh sukacita, mereka kembali menghidupkan HOMEGROWN—sebuah kompilasi yang bukan cuma album, sebuah blueprint sonik dari hutan liar Drum N Bass Indonesia, tempat di mana setiap trek membawa dentuman serta gelegar tanpa kompromi!

Homegrown
Selain signature party bulanan legendaris mereka, Phunktion, HOMEGROWN adalah jurus lain dari Javabass Soundsystem yang digdaya—sebuah kompilasi ambisius yang merangkum suara, semangat, dan spektrum warna dari skena Drum N Bass Indonesia. Di balik deretan 25 trek ini, berdiri 25 produser dari berbagai kota, dihimpun sebagai bentuk selebrasi 25 tahun perjalanan Javabass.
HOMEGROWN adalah deklarasi lantang yang digagas oleh Javabass bagi para ‘usual suspects.’ Bahkan, Jerome sang begawan dalam realm Drum N Bass negeri ini juga turut berhimpun bersama sekutu nya–pembakar lantai dansa, para rising stars yang tertangkap dalam radar, sampai bedroom producers yang diam-diam mengirim dentuman dari kamar sempit ke semesta rave digital. Juga pemenang kompetisi Homegrown—yang jadi bukti bahwa regenerasi itu nyata dan memang tumbuh dengan liar.
Album ini tersedia dalam format digital dan double CD—sebuah keputusan yang mencerminkan tekad Javabass untuk menjaga esensi di balik Homegrown. Baik untuk para purist yang masih percaya pada nilai-nilai format fisik, maupun mereka yang merayakan dentuman lewat piranti suara digital, Homegrown hadir sebagai manifesto kolektif untuk bergembira dalam frekuensi yang sama.
Tak berhenti di sisi audio, Javabass juga menggandeng Popomangun—seniman visual asal Jakarta yang dikenal dengan perpaduan pola etnik, vibe Memphis, dan palet warna yang berani. Art direction-nya bukan sekadar tempelan visual; Popomangun memulai prosesnya dengan mendengarkan setiap trek satu per satu, menyelami mood dan energi masing-masing, lalu mengekstrak esensinya ke dalam bahasa visual. Hasil akhirnya adalah sebuah dialog harmonis, di mana karya seni Popomangun tidak hanya mendampingi musik—ia menyatu, berbicara dalam frekuensi yang sama, dan menjadi representasi visual dari semangat kolektif Homegrown.

Kolaborasi dengan United Hart
Untuk memperluas spektrum ini, Javabass Soundsystem menggandeng United Hart (UH!)—label streetwear asal Bandung, salah satu kolega dengan frekuensi bising yang sama dalam realm subkultur urban. Kolaborasi ini memperkuat perayaan 25 tahun Javabass dengan infusi estetika streetwear sebagai ruang seni alternatif dari United Hart (UH!).
Homegrown Launch: A Night to Rattle the Bass Bins
24 Mei 2025, Dragon House, Bintaro — Javabass Soundsystem merayakan 25 tahun perjalanan penuh dentuman dan sukacita di lantai dansa lewat peluncuran album HOMEGROWN, sebuah ledakan sonik yang menggema di seluruh spektrum.
Malam itu hadir dengan energi tinggi: live set dari para kontributor album, DJ set dari kru internal Javabass—para penyihir lantai dansa lokal—serta visual interaktif hasil kolaborasi eksplosif antara OSGD, Adiblak, dan ilustrasi khas Popomangun yang membakar retina.
Peluncuran double CD HOMEGROWN dan lini merchandise eksklusif adalah perayaan dengan frekuensi tinggi, keringat kolektif dan sejarah yang kembali ditulis oleh Javabass sang pelopor. Blessed earthstrong Javabass!
(Sam)




Show Comments