High Therapy “Set Us Free”

Duo musik dari kota dengan dominasi penduduk yang memiliki pekerjaan pada industri pengolahan ini selalu datang lewat ide ide musik yang cekatan! Lewat “Set Us Free,” High Therapy kembali mewarnai realm Jamaican Sound di tanah air dari Tangerang. Ya, dengan cekatan.

“Set Us Free” adalah sebuah pertanyaan dari Hajaradit & Barirul dengan durasi tidak lebih dari 3 menit. Pertanyaan lugas dengan bumbu homage kepada laboratorium sosiologi mini yang dibawa oleh digital reggae 8-bit sejak beberapa dekade lalu. Diksi lirik dari repertoire High Therapy mungkin seperti antitesis dari kalangan purist yang hanyut dalam–kolam–tricolor atau kalangan penyuka simplifikasi kenyamanan–datang–dari–secangkir–minuman. 

Bari, sang frontman sekaligus drummer membuka lagu dengan monolog “I see the old man looking for bliss, So, where is harmony? It doesn’t exist!” ditemani ambience 8-bit MVG (music video game). Berikutnya, duo ini menuntut kebebasan dengan kalimat perintah “Set Us Free!” dengan sentuhan vocoder pada reffrain. Memang ini bukan hal baru, tapi diksi “Existential Despair” berbalut easy-skank adalah warna segar dalam daftar rilisan Jamaican Sound di tanah air!

“Set Us Free” rasanya, dalam waktu dekat belum akan sama massive dengan “Bend Down” yang membawa mereka menjadi nominee AMI (Anugerah Musik Indonesia). Tapi, dengan prototipe ini untuk album mereka nanti, High Therapy layak merengkuh hormat atas dialektika yang mereka bawa selama ini. Di masa depan, duo antitesis ini sangat mungkin menjadi trigger warna lain di Indonesia, atau Tangerang, setidaknya. Mereka mampu menjadi daya pintasan  di kota kebanggan mereka lewat “Set Us Free”, untuk akhirnya merubah suara-suara burung di tengah hiruk pikuk pabrik menjadi akrab dengan merdunya “Rastaman Chant” di tengah sunyi yang tetap bising ala Soren Kierkegaard

(Sam)

 

  • Show Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

You May Also Like

C Wyne Nanykalala “Global Apartheid”

Solois asal Uganda – Afrika, C Wyne Nanykalala, kembali bekerja sama dengan produser asal ...

Papua Reggae Festival VII

Papua Reggae Festival VII

Sistah Jahia “Mi Lion”

Sebuah pesan mendalam nan khusuk dari Sista Jahia