Diversitas Tanpa Batas Dalam Dub

Dub, sebagai salah satu nexus dari Jamaican sound adalah salah satu elemen musik dan budaya yang terus tumbuh besar di berbagai belahan dunia.

Dub bermula dari sebuah perjalanan eksplorasi sekaligus siasat dalam pembaharuan musik di Jamaika pada tahun 1960an. Osbourne Ruddock, atau lebih dikenal dengan moniker King Tubby memantik nyala api dub ini. Lee “Scratch” Perry, sang legenda hidup ini mengamplifikasi kemudian.

Begitu banyak formula dalam dub membuat nya menjadi salah satu musik yang beragam. Berbagai musisi di seluruh dunia bergantian menyajikan infusi musik berbeda dalam tiap repertoire dub milik mereka. Mulai dari live mixing dengan mengutamakan konsol efek modulasi dan ambience seperti, delay, echo dan reverb, hingga kini, dengan berbagai kemudahan piranti lunak untuk mendukung produksi musik, dub makin menyebar dengan segala keragamannya. Begitu juga dengan ide musikal nya, dari beat rendah, hingga menderu mengajak berdansa merdeka. Evolusi musik adalah sesuatu yang tentu hadir dari dialektika natural ini. 

Berikut ini adalah catatan kecil dari kultur tentang dub. Sebuah perjalanan nukleus musik asal Jamaika yang kini menyebar dan menjadi identitas budaya milik dunia. Kumpulan track dub untuk edisi kali ini.
(Text: Keyko, Editor:Sam)

  • Prev
  • Next

    1. Augustus Pablo - “Java”

Horace Swaby atau yang lebih dikenal dengan moniker Augustus Pablo ini, sangat memberikan pengaruh besar pada perkembangan musik dub lewat iringan melodika nya yang mistis. Sebuah pondasi yang ia sebut dengan progresi “Far East”. Lagu fenomenal nan bersejarah.

 

    2. The Revolutionaries - “Kunta Kinte Dub”

The Revolutionaries adalah sebuah band asal Jamaika yang dibentuk oleh studio legendaris, Channel One. Deretan line up mumpuni pernah menghuni grup ini, beberapa diantaranya Sly Dunbar, Bertram McLean, Robbie Shakespeare, Tommy Cook, Vin Gordon dan lainnya. Lebih dari 10 album dub telah mereka ciptakan, dan “Kunta Kinte Dub” menjadi lagu yang paling dikenal sepanjang masa.

 

    3. Mad Professor - “Jail House Dub”

Neil Joseph Stephen Fraser adalah nama asli dari figur sound engineer tersohor Mad Professor. Sosok kelahiran Guyana ini, dikenal sebagai salah satu generasi kedua dalam perjalanan musik dub dunia yang memulai perjalanannya sejak 1979. Daftar karyanya selama lebih dua dekade jelas tercatat dengan panjang. Single “Jail House Dub” adalah salah satu highlight dari sang maestro.

 

    4. Asian Dub Foundation - “Stand Up”

Grup yang lahir di era 90-an ini, bermula dari sebuah kolektif interracial asal Inggris yang kemudian berhasil menyuntikan warna lain dalam musik dub dunia, juga selalu membawa pesan pesan kesadaran sosial yang tinggi. Sesuatu yang sangat erat beririsan dalam marwah musik musik Jamaika. Ragam beat modern dari jungle dan breakbeat yang dipadu dengan kearifan lokal dari Asia menjadi signature dari mereka yang begitu penuh pesona, selain eksplorasi mereka yang tak pernah berhenti. “Stand Up” adalah satu lagu dari Asian Dub Foundation yang kental dengan nuansa dub.

 

    5. Gentleman’s Dub Club ft. Gardna - “Night Shift”

Salah satu dub act dari Inggris ini kerap menyajikan komposisi enerjik. Dengan pendekatan produksi melalui berbagai efek yang identik dengan dub serta british touch nya, Gardna membawa warna lain dalam dub. Kita bisa menelusuri hal ini melalui lagu “Night Shift” yang diproduksi oleh Gentleman’s Dub Club.

 

    6. Mungo’s Hi Fi - “Time Traveller”

Unit kultur sistem suara asal Glasgow - Skotlandia ini, cukup produktif dalam menghasilkan karya dub yang berbalut dengan beragam unsur. Dengan tetap menyuntikan berbagai macam elemen dalam nexus musik Jamaika, mereka menjadi salah satu yang terdepan dalam jalur ini, dan dikenal banyak oleh berbagai kolektif dub dunia lewat warna yang mereka bawa. “Time Traveller”, single yang terdapat di album “Antidote” milik Mungo’s Hi Fi ini, adalah salah satu rilisan yang mengandung formula dubwise yang sangat kental.

 

    7. O.B.F - “Asian Night”

O.B.F salah satu unit budaya sound system asal Prancis ini identik dengan gaya steppers dengan balutan bass line yang tebal dalam banyak repertoire mereka. Salah satu keunikan bertenaga milik mereka ini tercatat dalam lagu “Asian Night”.

 

    8. Paolo Baldini DubFiles, Imperial Sound Army & Dan I - “We Rasta”

Produser, sound engineer sekaligus bassist kompeten asal Italia, Paolo Baldini, adalah salah satu yang cukup piawai dalam rilisan dub yang ia hasilkan. Sentuhan eksperimental nya melalui Alambic Conspiracy Studio, seperti datang dengan garansi kepuasan bagi telinga. “We Rasta” kolaborasi bersama rekan senegaranya Imperial Sound Army dan Dan I, adalah salah satu rilisan dari Paolo yang layak kami catat.

    9. Iseo & Dodosound - “Arigato”

Duo penuh pesona dari Spanyol ini, tercatat kerap menyajikan suguhan dub yang segar dengan beragam warna suara. “Arigato” adalah single yang diluncurkan Iseo & Dodosound pada Juni tahun 2021 dengan formula tersebut di atas.

 

    10. GA-PI & Pinn Ball - “Pinn Ball Rockers”

Dari wilayah Asia Tenggara, salah satu produser dan sound engineer tersohor dari Thailand, GA-PI. Ia dikenal sebagai salah satu tandem pilihan dari sosok kharismatik dalam skena Jamaican sound dunia, Prince Fatty. GA-PI telah banyak menyebarkan sentuhan musikal nya bagi banyak musisi. “Pinn Ball Rockers”, adalah rilisan teranyarnya yang berkolaborasi dengan Pinn Ball, seorang musisi yang memainkan alat musik tradisional khas Thailand. Sebuah infusi dalam dub musik dengan banyak ragam.

    11. Red-I ft. King Spade - “Sound System”

Red-I adalah salah satu dub act kawasan Asia Tenggara yang dikenal dengan formula dub steppers. Produser asal Manila - Filipina ini, identik dengan memadukan nuansa mistis dengan balutan bassline yang mumpuni. Lagu “Sound System”, kolaborasi nya  bersama MC asal Cebu - Filipina, King Spade, adalah karya eksperimen penuh daya dari Red-I.

 

    12. Dubyouth - “Bomb Da Town”

Dari tanah air, rasanya duo penuh wibawa asal Yogyakarta ini terbilang sukses membawa padu padan khasanah jamaican sound melalui rilisan dub mereka. Dengan mengkombinasikan beragam beat, seperti jungle, dancehall, breakbeat dan sebagainya mereka menjadi unit dub panutan di negeri ini. “Bomb Da Town” adalah karya awal dari Dubyouth sejak 2005.

 

    13. Anjing Dub - “Gembira”

Anjing Dub, dub act asal kota Bandung ini turut memberi sentuhan bagi ragam dub di tanah air. Beat bertempo rendah hingga sedang dan susunan melodi serta karakter vokal sultry dari Dnl FX & Terranova menjadi salah satu perpaduan segar nan menawan dari duo ini. Single “Gembira” adalah salah satu catatan dalam dub di Indonesia milik mereka, karya yang mendapat atensi positif dari publik.

 

    14. Roadblock Dub Collective ft. Lady I - “Vibe Up”

Unit dub asal kota Lampung ini, kerap kali menyajikan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan. Seperti pada single “Vibe Up” yang berkolaborasi dengan solois wanita dari Filipina, Lady I, Roadblock Dub Collective sukses membawa komposisi dub dengan infusi aroma funk yang cukup kental. Aransemen dari percampuran beat rebana dari tradisi Lampung pun menjadi catatan yang istimewa dalam lagu ini.

 

    15. King Masmus x Magixriddim - “Vegan Vegetarian”

“Vegan Vegetarian” adalah lagu yang cukup mencuri perhatian khalayak dub aficionados di Indonesia. Sebuah kolaborasi antara Magixriddim, seorang produser penuh bakat dengan latar belakang ska dengan solois fruitarian, King Masmus. Track ini kami catat karena juga membawa keberagaman dalam dub di tanah air.

 

    16. High Therapy - “Put Me To uR friENDlist”

Duet drummer dan bassist penuh daya asal kota Tangerang ini, menjadi salah satu contoh regenerasi musik Jamaika di tanah air. High Therapy berani dalam menawarkan sesuatu yang segar. Unit ini adalah salah satu yang berhasil membawa dub di indonesia bagi kalangan belia. Lagu “Put Me To uR friENDlist” adalah sebuah diksi dari mereka yang menambah warna dub di negeri ini.

 

    17. Yella Sky Sound System ft. King I - “Inna Rub A Dub Style”

Unit kultur sound system asal Jakarta, membawa warna lain dalam geliat dub di Indonesia. Mulai dari rub a dub hingga steppers. Salah satu yang kami catat adalah, sentuhan dari Yella Sky Sound System dan King I lewat lagu “Inna Rub A Dub Style”, kolaborasi dari unit ini dengan MC asal Malaysia. Sebuah lagu dengan pondasi rub a dub yang kental.

 

    18. Rub Of Rub - “Ruang Waktu”

Band asal kota Bandung ini juga sangat menarik untuk disimak. Rub Of Rub membawa sebuah formula unik dalam komposisi mereka. Kita seperti dibawa kedalam suasana antara kebijaksanaan dub modern ala skunk records dengan ambience shoegaze. Sebuah warna dari para pemuda ini kami catat lewat track “Ruang Waktu” milik mereka.

    19. Radit Echoman ft. Conrad Good Vibration - “Underestimate Me”

Suguhan yang disajikan oleh Radit Echoman, cita rasa dub nya begitu dominan. Identik dengan melodi manis yang kerap ia ciptakan, membuat produser dan solois ini menyumbangkan warna lain dalam rilisan dub di Indonesia. Salah satunya, kekuatan formula “ramah telinga” yang terdapat pada lagu “Underestimate Me” yang berkolaborasi bersama solois penuh pesona Conrad Good Vibration

 

    20. Baxlaxboy - “Mr. Deejay”

Dub act asal kota Cirebon ini, membawa komposisi dub dengan aroma suka cita ala Pantura sound. Dengan repetisi irama melodi yang sederhana, serta rumus dansa yang mutakhir, Baxlaxboy menjadi salah satu daftar jajaran dub di Indonesia yang mendapat antusiasme tinggi dari publik. Lagu “Mr. Deejay” bisa mencatat warna itu bagi dub di Nusantara.

 

  • Show Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

You May Also Like

Roy Putuhena

Sang Penghubung Yang Membuat Skena Tersambung