A Short Train Trip To Skaville

Ska melintasi batas negara dan berintegrasi dengan gaya musik lain, menjadikannya salah satu bentuk musik populer transnasional. Dari Jamaika ia berkembang ke Inggris Raya. Dari Jamaika ia melebur ke Amerika, Jepang, Indonesia dan di banyak pelosok dunia. 

Dari sentuhan klasik akar musik di Kingston – Jamaika, dan jazz hibrida ala The Skatalites atau kearifan Calypso dan suasana karnaval dari Byron Lee & The Dragonaires. Ska kemudian hadir lewat wajah baru dengan semangat yang sama, membebaskan. Seperti yang dilakukan dengan ringan kepala oleh sekelompok pemuda di Inggris dalam kolektif musik 2 Tone lewat The Specials, Madness, The Beat, The Bodysnatchers dan The Selecters.

Tidak berhenti di situ, ska kembali hadir dan muncul di Amerika dengan energi yang juga penuh tenaga. Sebagai salah satu pelopor dalam gelombang ini, band The Toasters dan Operation Ivy seperti membuka jalan bagi unit musik lain seperti The Suicide Machines, The Mighty Mighty Bosstones dan banyak lagi. Sampai hari ini, ska menulis sejarah yang kaya dan terus berkembang dan bertransformasi secara musikal. Ska tetap menjadi genre yang dicintai banyak penggemar musik, juga mempengaruhi gaya musik lainnya.

Pada edisi akhir tahun ini, kami sedikit memberikan playlist ska dari ruang redaksi “A short train trip to Skaville” . Mulai dari konfigurasi klasik yang menjadi cetak biru ska dari Jamaika, revolusi kesadaran dalam “gelombang kedua” dari Inggris hingga tenaga modern gelombang ketiga di Amerika. 

(Sam)

 

1
"I Wish You Love" - The Skatalites

"I Wish You Love" adalah lagu romantis yang ceria dari band ska paling berpengaruh sepanjang masa, The Skatalites. Lagu yang ditulis oleh Charles Trenet dan Albert Beach ini telah direkam oleh banyak seniman selama bertahun-tahun. Salah satu alasan atas kedigdayaan The Skatalites adalah instrumentasi yang padat dan energik serta kontribusinya terhadap perkembangan musik ska dan reggae, dan itu bisa kita temukan pada lagu ini.  

2
“Ska Dee Way” - Byron Lee & The Dragonaires

Lagu “Ska Dee Way” telah direkam ulang dalam berbagai versi oleh sejumlah artis selama bertahun-tahun dan tetap menjadi favorit penggemar musik ska.

Lagu milik band ska dan calypso Jamaika Byron Lee and the Dragonaires ini dirilis tahun 1960 an dan menjadi hit ska populer di Jamaika. Lagu ini menampilkan tempo yang cepat dan ceria serta sentuhan horn yang istimewa dengan jaminan berdansa bagi mereka yang mendengarkan nya.

 

3
“Concrete Jungle” - The Specials

The Specials adalah salah satu band pertama yang begitu lugas dan tegas merengkuh multikulturalisme di Inggris - masuk ke dalam ska, punk, reggae dan pop - suara dari The Specials, sampai hari ini menjadi wali bagi semangat pembebasan dalam ska yang begitu banyak diyakini oleh para pendengarnya.

Lagu “Concrete Jungle” adalah sebuah narasi yang menggugah dari para pemuda asal Coventry yang dikemudian hari memberikan wajah baru ska bagi dunia dan terus merawatnya hingga kini.

 

 

4
“Bed And Breakfast Man” - Madness

Band asal London ini juga merupakan bagian dari gerakan awal 2 Tone. Sejak merilis debut single “The Prince” (1979) bersama imprint musik asal Coventry tersebut, Madness terus berkarya hingga kini. Salah satu lagu mereka yang ada dalam playlist kami adalah “Bed And Breakfast Man,” lagu yang sempat menguasai chart Top 40 di Inggris ini diambil dari album studio ke 3 mereka, 7.

5
“Unity” - Operation Ivy

Operation Ivy ikut berbagi peran kunci dalam pengembangan sub genre ska punk, yang menggabungkan unsur ska dan punk rock. Band asal Amerika ini menjadi salah satu influence besar bagi banyak unit ska punk di berbagai penjuru dunia. Dengan repertoire yang energik dan bermuatan politis.

"Unity" adalah sebuah komposisi yang menjadi anthem popular dengan tempo yang ceria dan chorus yang begitu menyihir untuk ikut bernyanyi bersama.

 

6
"Rascal King" - The Mighty Mighty Bosstones

Unit musik asal kota Boston, Massachusetts ini adalah salah satu band yang masuk dalam jajaran sukses “gelombang ketiga” ska. Mereka telah merilis banyak discography meski beberapa waktu menyatakan telah membubarkan diri.

Salah satu pilihan kami dalam playlist akhir tahun ini adalah track "Rascal King" dari album “Let’s Face It”

 

  • Show Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

You May Also Like

Joseph Hoo Kim

Melihat kebelakang tentang Joseph Hoo Kim (Channel One)

The Specials

The Specials, sebuah relevansi pesan krusial.