King Jammy

Pada edisi spesial 2 tahun Kultur kali ini, kami merasa bangga dan mendapat  kehormatan besar sebagai salah satu media yang dapat mewawancarai secara eksklusif dari figur tersohor musik Jamaika yang juga didaulatkan sebagai generasi kedua dari musik dub. Sosok mumpuni yang disaat itu berhasil menampilkan racikan digital segar untuk Jamaican sounds, ia adalah Lloyd James atau yang lebih dikenal dengan moniker King Jammy. Melalui format QnA berikut kami sajikan hasil interview kami.

Kilas balik ke memori masa kecil, apakah masih ingat jenis musik apa yang orang-orang suka mainkan saat itu? Dan apa musik pertama yang King Jammy dengarkan saat itu?

Ok, saya dulu mendengarkan music R&B karena pada saat itu di Jamaika kami hanya punya 1 stasiun radio dan mereka biasa memutar lagu-lagu mento dan juga lagu-lagu dari Amerika seperti R&B dan juga blues. Saya juga mendengarkan siaran radio dari Amerika, WLAC radio nasional dr Tennessee, dan DJ di radio itu Namanya John R, ia biasa memainkan berbagai track R&B apik dan populer saat itu seperti Curtis Mayfield, Sam Cooke dan lain lain. Jadi saya dulunya adalah seorang pecinta musik R&B.

 

Memasuki usia remaja, anda bertemu dengan saudara King Tubby bernama Saga. Boleh ceritakan awal mula bertemu dengan nya hingga akhirnya bisa menjadi teknisi elektronik? Apa saja yang dipelajari dari Saga?

Saat meninggalkan Montego bay saya lalu tinggal di jalan yang sama dengan King Tubbys. Saga juga tinggal di tempat yang sama. Saya lebih dulu kenal Saga sebelum King Tubbys, kami bersahabat karena seusia, Tubby lebih tua dari kami. Kami mulai bersahabat dan mulai belajar merakit ‘crystal set radio’ (radio receiver sederhana) karena pada saat itu Saga sudah mulai mahir karena dia selalu bersama dengan kakaknya Tubby, maka dia paham betul hal itu. jadi Saga kemudian mengajari saya cara membuat ‘crystal set radio’. Disitulah awal mula persahabat kami dan kemudian mulai bekerja sama.

 

Saat itu juga, anda membangun perangkat sound system. Apa yang mendorong King Jammy melakukan hal ini?

Awalnya karena ibu saya membelikan sebuah radio kecil. Saya lalu senang bereksperimen dengan radio itu, saya bongkar pasang dan mulai tertarik dengan elektronika. Jadi ketika saya pergi ke Tubby saya sudah banyak belajar dari Saga sebelumnya. Jadi itulah yang membuat saya jatuh hati pada elektronik. Saya mulai menekuninya sejak saat itu.

 

Sempat ke Kanada dan meninggalkan Jamaica beberapa saat, Kenapa memilih Kanada bukan Amerika atau Eropa?

Well, saya punya sound system di sana. Saya ke Kanada untuk menetap beberapa waktu. Di sana saya berjumpa dengan dengan beberapa orang yang kemudian menjadi sahabat saya. Mereka membawa saya ke toko reparasi elektronik. Saat di sana saya lihat ada seseorang yang membawa amplifier untuk diperbaiki, saya lantas katakan padanya kalau saya ahli dalam hal itu dan tau apa yang rusak dengan amplifiernya itu. lalu ia memberi saya kesempatan untuk memperbaikinya dan berhasil. sejak saat itu mereka mempekerjakan saya disitu.

 

 

Kami ingin tahu, hubungan musik seperti apa yang King Jammy miliki bersama King Tubby dan Bunny Striker Lee?

Saya kenal King Tubby sebelum Bunny Striker Lee karena saya tumbuh bersama Tubby, kami sudah seperti keluarga. Saya pertama kenal Bunny Striker Lee di tahun 1967. Saat itu saya sudah punya sound system sehingga saya sering pergi ke toko record (rekaman) milik nya. Di situ ia memberikan banyak rekaman pre-rilis. Saya yang memperkenalkannya pada King Tubby dan setelah itu mereka mulai bekerja sama. Dan saat saya di Kanada, Bunny striker lee menyusul saya ke sana. Ia bilang, Saya harus kembali ke Jamaica karena Tubby tidak punya engineer di studio dan mereka membutuhkan saya. Jadi saya pulang ke Jamaika dan mulai bekerja di studionya king Tubby. Itu kira-kira kisah pertemanan diantara kami bertiga. Striker Lee memproduksi banyak karya, saya pun sebagai seorang engineer juga demikian tapi orang yang pertama kali berperan memperkenalkan saya dengan dunia produksi adalah Striker Lee. Ia memberi saya riddim dan mengajari saya banyak hal.

 

Sejak awal, “Waterhouse” selalu melahirkan beberapa tonggak sejarah. Misalnya, Supergroup seperti The Rolling Stones merekam “Too Rude”, sebuah rework dari salah satu lagu Half Pint; “Winsome“. Dan juga, “Born Free” dan “Natural Mystic” dari Black Uhuru. Sepertinya King Jammy memang memiliki sentuhan Midas dalam musik. Apakah rahasia di belakang aliran kreativitas musik dari King Jammy?

Yang dilakukan King Jammy adalah berpikir yang beda, jika kamu perhatikan. Produksi saya selalu berbeda dari para produser lain. Saya tidak membuat beat yang sama dengan yang mereka lakukan. Saya buat sound saya berbeda. Saya seorang mixer engineer yang special, signature sound saya mudah dikenali. Sound King Jammy sangat jelas kalau kamu mainkan musiknya kamu bisa tahu kalau itu musiknya saya. Jadi saya sangat suka bereksperimen dengan hal-hal baru, banyak orang tidak suka lakukan itu, banyak yang suka mengekor orang lain tapi saya suka untuk bereksperimen dan menemukan hal-hal baru, itulah spesialisasi saya.

 

Black Uhuru adalah salah satu artis pertama yang diproduksi oleh King Jammy, dan anda pernah berkata dalam sebuah wawancara mereka sangat unik dan berbeda dari artis lain. Apa yang istimewa dari mereka? Apakah itu gaya bernyanyi “waterhouse”? Siapa yang menemukan gaya itu?

Well, Mykal Rose yang menciptakan style khas Black Uhuru, karena dia bernyanyi seperti orang Arab yang bernyanyi di padang pasir. Gayanya beda dari penyanyi Jamaika kebanyakan. Mykal Rose bernyanyi seperti orang Arab di padang pasir. Itulah kenapa gayanya beda dari mereka semua, Black Uhuru adalah grup yang unik, dan kita bertumbuh dalam satu lingkungan dan sering nongkrong bareng jadi saya kemudian memproduseri mereka lebih dulu sebelum yang lainnya.

 

Energi musik dari King Jammy adalah sesuatu yang luar biasa yang dapat dinikmati banyak orang hingga hari ini. Melahirkan banyak mahakarya baik hasil produksi sendiri atau lewat karya yang lakukan bersama musisi lain. Salah satunya adalah “Sleng Teng”. Apa yang King Jammy ingat tentang kisah di balik riddim legendaris bersama Wayne Smith, Noel Davey dan Casio MT-40?

Saya nggak bisa lupakan itu karena itu adalah riddim terbaik, riddim terbaik yang pernah saya buat. Itu sejarah. Karena kita menemukan riddim itu dan mencetaknya menjadi hits. Jadi saat mendengar soundnya pertama kali saya langsung yakin kalau ia akan jadi hits. Karena seperti yang saya bilang tadi bahwa saya orang yang suka menembus batas demi hal-hal yang baru. Jadi pertama kali mendengarkannya saya yakin ini akan membawa kebaruan di Jamaika bahkan seluruh dunia. itu sebabnya saya sangat condong padanya dan sudah merekam lebih dari 4 album untuk riddim sleng teng itu. Dan saya kasih tahu satu berita bagus ya, saya akan merilis kembali riddim sleng teng tahun depan!

 

King Jammy outside his studio August 2000, Kingston – Jamaica. By David Corio

Dunia mengakui anda sebagai salah satu legenda hidup, King Jammy melahirkan “Reggae Digital”, dan juga menciptakan sentuhan krusial pada “Punanny Riddim”. Apa sebenarnya highlight dari King Jammy tentang musik dan teknologi dalam karya-karya anda?

Saya pakai peralatan tradisional, saya orang yang suka sound dari alat-alat buatan sendiri. Jadi yang saya lakukan adalah mengubahnya ke model kekinian. Kami menggunakan lebih banyak digital ketimbang analog, untuk sound nya yang kemudian diubah kembali lewat analog yang terbungkus digital. Yang kemudian menjadi ‘Jammys sound’. Jadi itulah bagian unik dari musik saya.

 

Apakah ada sorotan dari seorang King Jammy untuk perjalanan soundclash yang pernah dilakukan oleh Super Power Sound System nya King Jammy?

King Jammy’s supersound adalah sound yang begitu powerful di Jamaika pada era 80an -90an dan kami sering clash dengan banyak soundsystem tapi clash terbaik yang pernah kami lakukan adalah dengan Black Scorpio. Orang membludak sepanjang jalan dilokasi tempat clash itu Namanya […park road]. Saat itu sleng teng riddim baru saja lahir dan kami pakai untuk ‘mematikan’ Black Scorpio malam itu secara musical. Karena sebelumnya Scorpio terus bermain tanpa henti dan saat giliran kami, saya langsung memainkan sleng teng riddim, Scorpio langsung nggak balik lagi karena kami langsung meng K.O nya 3 kali, itu clash terbaik!

 

Bisakah kita simpulkan bahwa budaya Soundsystem melahirkan musik populer Jamaika

Iya, karena sebelum ska dan reggae kami dulu punya soundsystem besar seperti Sir Coxsone, Duke Reid, King Edward Sinclair adalah para “Pembesar” musik Jamaika. Itulah tempat dimana kami biasa pergi untuk mendengar musik saat itu. Jadi saya pikir sound system bertanggung jawab dalam melahirkan musik yang kita miliki saat ini, mereka punya peran besar disitu. Karena tanpa sound system di Jamaika maka orang tidak bisa pergi berdansa dan hal-hal semacam itu, menikmati nya dalam skala popular seperti saat ini.

 

Saat ini musik Jamaika telah menyebar ke seluruh dunia dan beberapa khawatir bahwa itu tidak lagi mewakili ‘yaad’ atau memiliki konektivitas ke Jamaika lagi. Apa ciri khas musik Jamaika menurut King Jammy?

Pertama-tama saya ingin katakan bahwa saya tidak keberatan kalau musik Jamaika menyebar ke segala penjuru dunia dan dimainkan oleh semua orang karena jika semua orang memainkannya maka itu artinya kamu melakukan hal yang baik, iya kan? Tapi yang saya kuatirkan saat ini adalah para produser yang saat ini sudah tidak menggunakan cara-cara tradisional dalam menggarap musiknya, mereka menggantinya dengan memasukkan banyak track dalam dancehall dan reggae dan saya tidak pernah lihat kalau musik seperti itu berhasil ngetop seperti yang dilakukan musik reggae sebelumnya, kamu paham? Musik reggae dan dancehall hardcore. Jadi saya pikir itu para produsernya.  Pada mereka saya ingin katakan bahwa mereka harus terus meningkatkan kerja bagusnya dan tetap menjaga musik itu tetap pada jalurnya secara Jamaika sebagai penemu musik reggae. tetapi semakin banyak orang yang memainkannya semakin baik. Demikian cara saya melihat hal ini.  

 

Kami adalah blog fanzine tentang Musik Jamaika dari Asia Tenggara, apakah King Jammy pernah mendengar bakat musik dari kawasan kami? Dan apakah ada kemungkinan bagi mereka untuk mendapatkan sentuhan midas dari anda?

Yes, karena saya orang yang suka untuk menjelajahi tempat-tempat baru. Sudah tentu saya akan senang memproduseri seseorang dari tempatmu atau negaramu. Saya ingin menguji talenta mereka untuk melihat sejauh mana mereka bisa menyusunnya. Jadi jika ada siapa saja yang ingin saya produseri satu lagu, mereka bisa mengontak saya dan kamu bisa kasi mereka nomornya, mereka bisa hubungi saya. Saya senang untuk membuat lagu dengan orang dari berbagai bangsa untuk melihat bagaimana ini akan bisa menjangkau dunia dan berharap semoga orang banyak menyukainya.

 

Kultur merasa sangat terhormat karena bisa melakukan wawancara dengan anda, kami merasa diberkati karena kami akan mempublikasikan wawancara ini pada ulang tahun kami yang ke-2. Ada hal yang ingin disampaikan untuk pembaca kami dari Indonesia?

Saya ingin mengucapkan selamat untuk kultur atas hari jadinya. Tetap pertahankan kerja kalian. Saya tahu kamu pasti sangat suka reggae karena itu kamu senang untuk menginterview saya dan saya ingin ucapkan ‘big up’ untuk semua ‘selekta’ dan owner dari sound system dan jika saja ada yang perlu saya bantu untuk mengumumkannya dengan mengirim musik saya dengan senang hati akan melakukannya. Dan saya ingin katakan bahwa dengan memainkan musik dari King Jammy kamu nggak bakalan kalah, itu adalah hal terbaik. So big up yourself, semangat! 

(Reporter: Keyko, Transcribed: Yedi, Edit & Translated: Sam)

  • Show Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

You May Also Like

Black Brothers

Sesi khusus kultur bersama Black Brothers

Eek-A-Mouse

Edisi Khusus: Wawancara spesial dengan Eek-A-Mouse

Manudigital

Aksi Digital Reggare Terbaik Dari Prancis